Literasi Keuangan
20 pertanyaan, jawab sejujurnya.
Bukan soal pintar/bodoh. Selain pengetahuan, tes ini juga ngukur kebiasaan dan cara pandang kamu soal uang, jadi jawab apa adanya, bukan yang kedengeran bagus.
Diadaptasi dari OECD/INFE Toolkit for Measuring Financial Literacy and Financial Inclusion (2022). Skor 7 pengetahuan + 9 perilaku + 4 sikap = maksimal 20.
Pertanyaan seputar tes literasi keuangan
Dari mana asal pertanyaan-pertanyaan di tes ini?
Diadaptasi dari OECD/INFE Toolkit for Measuring Financial Literacy and Financial Inclusion (2022), instrumen yang dipakai OECD buat survei literasi keuangan lintas negara. Angka-angkanya disesuaikan ke Rupiah sesuai instruksi toolkit-nya sendiri, tapi konsep dan aturan penilaiannya sama.
Kenapa gak cuma ngetes pengetahuan aja?
Karena tau teori gak sama dengan bisa ngatur uang. Makanya OECD ngukur tiga komponen sekaligus: pengetahuan (0-7), perilaku, yaitu apa yang benar-benar kamu lakuin sama uang (0-9), dan sikap, yaitu kecenderungan jangka pendek vs jangka panjang (0-4). Totalnya 0-20. Orang bisa aja skor pengetahuannya sempurna tapi perilakunya rendah, dan itu justru info yang berguna.
Bedanya sama versi 5 soal yang dulu apa?
Versi lama pakai "Big Five" (Lusardi & Mitchell), 5 soal pengetahuan objektif. Itu instrumen asli dan valid, tapi dirancang buat ngukur POPULASI (berapa persen penduduk suatu negara melek finansial), bukan buat ngasih gambaran akurat per individu, 5 soal terlalu sedikit buat itu. Versi OECD ini jauh lebih lengkap dan ngasih rincian per komponen.
Skor rata-rata orang Indonesia berapa?
Berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2025 oleh OJK dan BPS, indeks literasi keuangan nasional ada di angka 66,46%. Perlu dicatat, SNLIK punya metode penghitungan sendiri yang gak identik sama skor OECD di tes ini, jadi perbandingannya sifatnya gambaran kasar, bukan setara persis.